Foto Masa kini

Pendidikan Jadul

Foto pendidikan jaman dulu

Kampus UMY

Bersama teman-teman.

Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

EDS- SMP

EDS- SMP
Tujuan kegiatan evaluasi diri sekolah jenjang smp kabupeten  adalah untuk mendapatkan data yang akurat atas capaian 8 (delapan) standar nasional pendidikan (eds) jenjang smp , dalam rangka penjaminan mutu pendidikan baik tingkat satuan pendidikan, kabupaten, provinsi dan secara nasional untuk peningkatan mutu sekolah., untuk mendapatkan hasil eds bermula dari instrumen eds yang meliputi : instrumen kepala sekolah, guru, komite sekolah dan siswa
Berikut ini  angket yang tersusun dalam form  excel : 


DOWNLOAD  dinas dikdas



Senin, 29 Oktober 2012

FUNGSI DAN TUGAS PENGELOLA SEKOLAH

1.          KEPALA SEKOLAH
Kepala sekolah berfungsi dan bertugas sebagai edukator, manajer, administrator dan supervisor, pemimpin / leader inovator, motivator.
a.      Kepala Sekolah selaku Edukator
Kepala sekolah selaku educator bertugas melaksanakan proses belajar mengajar efektif dan efisien ( lihat tugas guru ).
b.      Kepala sekolah selaku manajer
1)       Menyusun perencanaan
2)       Mengorganisasikan kegiatan
3)       Mengarahkan kegiatan
4)       Melaksanakan pengawasan
5)       Melakukan evaluasi terhadap kegiatan
6)       Melakukan evaluasiterhadap kegiatan
7)       Menentukan kebijaksanaan
8)       Mengadakan rapat
9)       Mengambil keputusan
10)    Mengatur proses belajar mengajar
11)    Mengatur administrasi : ketatausahaan; siswa; ketenagaan; sarana prasarana; keuangan /RAPBS
12)    Mengatur organisasi siswa intra sekolah (OSIS)
13)    Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan instansi terkait.
c.      Kepala sekolah selaku administrator bertugas menyelenggarakan administrasi
1)       Perencanaan                                            
2)       Pengorganisasian                   
3)       Pengarahan                                             
4)       Pengkoordinasian                  
5)       Pengawasan                                            
6)       Kurikulum                                  
7)       Kesiswaan                                
8)       Ketatausahaan                         
9)       Ketenagaan                                              
10)    Kantor                                        
11)    Keuangan
12)    Perpustakaan
13)    Laboratorium
14)    Ruang Ketrampilan/Kesenian
15)    Bimbingan Konseling
16)    UKS
17)    Gedung Serbaguna
18)    OSIS
19)    Media
20)    Gudang
21)    7K
d.     Kepala sekolah selaku supervisor bertugas menyelenggarakan supervise mengenai
1)        Proses belajar mengajar
2)       Kegiatan bimbingan dan konseling
3)       Kegiatan ekstrakurikuler
4)       Kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait
5)       Sarana dan prasarana
6)       Kegiatan OSIS
7)       Kegiatan 7K
e.      Kepala sekolah selaku pemimpin/leader
1)       Dapat dipercaya, jujur dan bertanggungjawab
2)       Memahami kondisi guru, karyawan dan siswa
3)       Memiliki visi dan memahami visi sekolah
4)       Mengambil keputusan urusan intern dan ekstern sekolah
5)       Membuat, mencari dan memilih gagasan baru
f.       Kepala sekolah selaku inovator
1)       Melakukan pembaharuan di bidang :
a.      KBM
b.      BK
c.      Ekstrakurikuler
d.     Pengadaan
2)       Melaksanakan pembinaan guru dan karyawan
3)       Melakukan pembaharuan dalam menggali sumber daya di komite sekolah dan masyarakat
g.     Kepala sekolah selaku motivator
1)       Mengatur ruang kantor yang kondusif untuk bekerja
2)       Mengatur ruang kantor yang kondusif untuk KBM dan BK
3)       Mengatur ruang laboratorium yang kondusif untuk praktikum
4)       Mengatur ruang perpustakaan yang kondusif untuk belajar
5)       Mengatur halaman / lingkungan sekolah yang sejuk dan teratur
6)       Menciptakan hubungan kerja yang harmonis sesama guru dan karyawan
7)       Menciptakan hubungan kerja yang harmonis antar sekolah dan lingkungan
8)       Menerapkan prinsip penghargaan dan hukuman
Dalam melaksanakan tugasnya kepala sekolah dapat mendelegasikan kepada wakil kepala sekolah.
2.          WAKIL KEPALA SEKOLAH
Wakil kepala sekolah membantu kepala sekolah dalam kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
1)     Menyusun perencanaan, membuat program kegiatan dan pelaksanaan  program
2)     Pengorganisasian
3)     Pengarahan
4)     Ketenagaan
5)     Pengkoordinasian
6)     Pengawasan
7)     Penilaian
8)     Identifikasi dan pengumpulan data
9)     Penyusunan laporan
Wakil kepala sekolah bertugas membantu kepala sekolah dalam urusan – urusan sebagai berikut :
a.      KURIKULUM
1)       Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan
2)       Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran
3)       Mengatur penyusunan program pengajaran (program semesteran, program satuan pelajaran dan persiapan mengajar, penjabaran dan penyesuaian kurikulum).
4)       Mengatur pelaksanaan kurikuler dan ekstra kurikuler .
5)       Mengatur pelaksanaan program penilaian criteria kenaikan kelas, criteria kelulusan, dan laporan kemajuan belajar siswa, serta pembagian rapor dan STTB.
6)       Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengajaran.
7)       Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.
8)       Mengatur pengembangan MGMP dan coordinator mata pelajaran.
9)       Mengatur mutasi siswa
10)    Melakukan supervise administrasi dan akademis
11)    Menyusun laporan
b.      KESISWAAN
1)       Mengatur program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling
2)       Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan,kekeluargaan, kesehatan dan kerindangan).
3)       Mengatur dan membina program kegiatan OSIS meliputi Kepramukaan, PMR, KIR,UKS, PKS dan Paskibra.
4)       Mengatur program pesantren kilat.
5)       Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan sekolah.
6)       Menyelenggarakan cerdas cermat, olahraga prestasi.
7)       Menyeleksi calon untuk di usulkan mendapat beasiswa.
c.      SARANA PRASARANA
1)       Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar
2)       Merencanakan program pengadaannya.
3)       Mengatur pemanfaatan sarana prasarana.
4)       Mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian
5)       Mengatur pembakuannya.
6)       Menyusun laporan.
d.     HUBUNGAN MASYARAKAT
1)       Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan Komite sekolah dan peran Komite sekolah.
2)       Menyelenggarakan bakti social, karyawisata.
3)       Menyelenggarakan pameran hasil pendidikan di sekolah (gebyar pendidikan)
4)       Menyusun laporan.
3.          GURU
Guru bertanggungjawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien ;
Tugas dan tanggungjawab guru meliputi :
1)     Membuat perangkat program pengajaran.
a.           AMP
b.          Pogram Tahunan
c.           Program satuan pelajaran
d.          Program rencana pengajaran
e.           Program mingguan guru
f.           LKS
2)     Melaksanakan kegiatan pembelajaran.
3)     Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian, ulangan umum, ujian akhir.
4)     Melaksanakan analisis hasil ulangan harian.
5)     Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.
6)     Mengisi daftar nilai siswa.
7)     Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan) kepada guru lain dalam proses kegiatan belajar mengajar
8)     Membuat alat pelajaran/alat peraga.
9)     Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni.
10)  Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum.
11)  Melaksanakan tugas tertentu di sekolah.
12)  Mengadakan pengembangan program pengajaran  yang menjadi tanggung jawabnya.
13)  Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa.
14)  Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pengajaran.
15)  Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum.
16)  Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.
4.          WALI KELAS
Wali kelas membantu kepala sekolah dalam kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
1)     Pengelolaan kelas
2)     Penyelenggaraan administrasi kelas meliputi :
a.        Denah tempat duduk siswa
b.        Papan absensi siswa
c.        Daftar pelajaran kelas
d.        Daftar piket kelas
e.        Buku absensi siswa
f.         Buku kegiatan pembelajaran / buku kelas
g.        Tata tertib siswa
3)     Penyusunan pembuatan statistik bulanan siswa
4)     Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (Legger)
5)     Pembuatan catatan khusus tentang siswa
6)     Pencatatan mutasi siswa.
7)     Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar
8)     Pembagian buku laporan penilaian hasil belajar
5.          GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
Bimbingan dan konseling membantu kepala sekolah dalam kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
1)     Penyusunan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling.
2)     Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah – masalah yang dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar.
3)     Memberikan layanan dan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar
4)     Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai.
5)     Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling.
6)     Menyusu statistik hasil penilaian bimbingan dan konseling
7)     Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar.
8)     Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling.
9)     Menyusun laporan pelaksanaan bimbingan dan konseling.
6.          PUSTAKAWAN SEKOLAH
Pustakawan sekolah membantu kepala sekolah dalam kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
1)     Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka/media elektronika.
2)     Pengurusan pelayanan perpustakaan.
3)     Perencanaan pengembangan perpustakaan
4)     Pemeliharaan dan perbaikan buku – buku/bahan pustaka/media elektronika.
5)     Inventarisasi dan pengadministrasian buku – buku / bahan pustaka/media elektronika.
6)     Melakukan layanan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan lainnya, serta masyarakat.
7)     Penyimpanan buku – buku perpustakaan /media elektronika
8)     Menyusun tata tertib perpustakaan
9)     Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala.
7.          LABORAN
Pengelola laboratorium membantu kepala sekolah dalam kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
1)     Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium.
2)     Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium.
3)     Mengatur penyimpanan dan daftar alat – alat laboratorium.
4)     Memelihara dan perbaikan alat – alat laboratorium.
5)     Inventarisasi dan pengadministrasian peminjam alat – alat laboratorium.
6)     Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium.
8.          KEPALA TATA USAHA
Kepala Tata Usaha sekolah mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
1)     Penyusunan program kerja tata usaha sekolah.
2)     Pengelolaan keuangan sekolah.
3)     Pengurusan administrasi ketenagaan dan siswa.
4)     Pembinaan dan pengembangan karir pegawai serta tata usaha sekolah.
5)     Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah.
6)     Penyusunan dan penyajian data / statistik sekolah.
7)     Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7K.
8)     Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan  secara berkala.
9.          TEKNISI MEDIA
Teknisi media membantu kepala sekolah dalam kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
1)     Merencanakan pengadaan alat – alat media.
2)     Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan media.
3)     Menyusun program kegiatan teknisi media.
4)     Mengatur penyimpanan, pemeliharaan dan perbaikan alat – alat media
5)     Inventarisasi dan pengadministrasian alat – alat media.
6)     Menyusun alaporan pemanfaatan alat – alat media.

THE DIFFERENCE BETWEEN EDUCATION AND TEACHING


Teaching is a learning process or the process of studying. process was accompanied by teachers who teach or convey knowledge to students learning.
As a result students become smart and knowledgeable
Real activity of teaching is: to teach (the transfer of knowledge) knowledge, technology and skills as well as increased intelligence and control his emotions so that someone can survive in his life.
The main characteristics features of teaching are:
teaching:
1. knowledge transfer
2. emphasize areas of science and technology and SKILL
3. have time limits
4. focus on the contents of pangajaran method

Education is an iterative process that involves the application of values. In education there is a process of understanding, appreciation, inspiration, and practice. Studies that have been acquired primarily to be understood can be implemented in everyday life. In other words, concerns about moral education.
Education is a real effort to facilitate other individuals, in achieving self-reliance and mental maturity so that it can survive in the competition,
Education is a real effort to facilitate other individuals, in achieving self-reliance and mental maturity so that it can survive in the competition
The main characteristics of education:
1. teach about all the value of life
2. has no time limit in learning
3. teach one's mental maturity.

KURIKULUM BARU, PERLUKAH???

Kurikulum sekolah ibarat jantung dalam tubuh manusia, dia yang mengatur peredaran aktivitas darah , dan menjadikan tubuh bisa berjalan normal dan survive.
kurikulum bukan barang mati, dia lentur mengikuti era dan dinamika kehidupan.

Sabtu, 28 Juli 2012

KISI-KISI UJI KOMPETENSI GURU (UKG)



Kompetensi
Utama
Standar Kompetensi Konselor
Standar Isi
Indikator Esensial
Kompetensi Inti
Kompetensi Konselor
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
Kopetensi
Pedagogik
1. Menguasahi teori dan praksis pendidikan
1.1   Menguasahi ilmu pendidikan dan landasan
keilmuannya


1.1.1 Menjelaskan salah satu landasan
keilmuan bimbingan dan konseling
sebagai salah satu upaya pendidikan
1.2   Mengimplemen-tasikan prinsip-prinsip
pendidikan dan proses pembelajaran


1.2.1. Menerapkan prinsip pendidikan
sepanjang hayat dalam proses
bimbingan dan konseling



1.2.2. Menerapkan prinsip pendidikan
untuk semua dalam proses
pem belajaran
1.3 Menguasai landasan budaya dalam
praksis pendidikan


1.3.1. Memberikan tinjauan kritis terhadap
masukan budaya dalam praksis
bimbingan dan konseling
2. Mengaplikasikan perkembangan
fisiologis dan psikologis serta perilaku
konseli
2.1 Mengaplikasikan kaidah-kaidah perilaku
manusia, perkembangan fisik dan
psikologis individu terhadap sasaran
pelayanan bimbingan dan konseling dalam
upaya pendidikan


2.1.2 Mengembangkan penguatan
(reinforcement) dalam bimbingan
dan konseling



2.1.2 Menguraikan perilaku konseli
berdasarkan perkembangan fisik dan
psikologisnya untuk dijadikan dasar
praksis bimbingan dan konseling.



2.1.3 Mengurutkan dinamika motivasi
individu



2.1.4 Menguraikan mekanisme perilaku
berdasarkan teori classical
Kompetensi
Utama
Standar Kompetensi Konselor
Standar Isi
Indikator Esensial
Kompetensi Intl
Kompetensi Konselor
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)





conditioning





2.1.5 Menyimpulkan kasus perilaku kognitif
konseli
2.1.6 Merinci tugas perkembangan peserta
didik/konseli
2.2   Mengaplikasikan kaidah-kaidah
kepribadian, individualitas dan perbedaan
konseli terhadap sasaran pelayanan
bimbingan dan konseling dalam upaya
pendidikan


2.2.1 Menjelaskan pengertian kepribadian


2.2.2 Menganalisis tipe-tipe kepribadian
sebagai dasar pelaksanaan bimbingan
dan konseling
2.23. Menilai keragaman perbedaan
konseli untuk keperluan layanan
bimbingan dan konseling
2.2.3 Menafsirkan hasil asesmen
kepribadian
2.2.4 Mengkreasikan hasil asesmen
kepribadian dalam teknik bimbingan
dan konseling
2.3 Mengaplikasikan kaidah-kaidah belajar
terhadap sasaran pelayanan bimbingan dan
konseling dalam upaya pendidikan


2.3.1 Menerapkan kaidah-kaidah belajar
dalam pelayanan bimbingan dan
konseling


2.3.1 Menerapkan prinsip belajar untuk
belajarterhadap konseli/peserta didik
2.4 Mengaplikasikan kaidah-kaidah
keberbakatan terhadap sasaran pelayanan
bimbingan dan konseling dalam upaya
pendidikan


2.4.1 Menguraikan ciri-ciri anak berbakat


2.4.2 Merancang strategi bimbingan dan
konseling bagi anak berbakat
2.5. Mengaplikasikan kaidah-kaidah
kesehatan mental terhadap sasaran
pelayanan bimbingan dan konseling
dalam upaya pendidikan


2.5.1     Merinci ciri-ciri individu yang
memiliki kesehatan mental dalam
perspektif pendidikan





2.5.2 Membedakan reaksi emosional
antara konseli yang sehat dengan
Kompetensi
Utama
Standar Kompetensi Konselor
Standar Isi
Indikator Esensial
Kompetensi Intl
Kompetensi Konselor
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)





yang sakit mental

3. Menguasal esensi pelayanan bimbingan
dan konseling dalam jalur, jenis, dan
jenjang satuan pendidikan
3.1 Menguasal esensi bimbingan dan
konseling pada satuan jalur pendidikan
formal, nonformal dan informal


3.1.1 Menjelaskan persamaan dan
perbedaan bimbingan dan konseling
pada satuan jalur pendidikan formal,
nonformal dan informal


3.1.2 Menjelaskan esensi pendekatan
bimbingan dan konseling pada
satuan jalur pendidikan formal,
nonformal dan informal


3.1.3 Memilih pendekatan bimbingan dan
konseling pada satuan jalur
pendidikan formal, nonformal dan
informal
3.2 Menguasai esensi bimbingan dan konseling
pada satuan jenis pendidikan umum,
kejuruan, keagamaan, dan khusus


3.2.1 Merinci jenis layanan bimbingan
dan konseling pada satuan jenis
pendidikan umum, kejuruan,
keagamaan, dan khusus


3.2.2 Menganalisis fungsi layanan
bimbingan dan konseling pada
satuan jenis pendidikan umum,
kejuruan, keagamaan, dan khusus


3.2.3 Menganaisis tujuan dan jenis
layanan bimbingan dan konseling
pada satuan jenis pendidikan umum,
kejuruan, keagamaan, dan khusus
3.3 Menguasai esensi bimbingan dan
konseling pada satuan jenjang pendidikan
usia dm1, dasar dan menengah, serta
tinggi.


3.3.1 Menganalisis persamaan dan
perbedaan bimbingan dan konseling
pada satuan jenjang pendidikan usia
dm1, dasar dan menengah, serta
tinggi.


3.3.2 Memilih teknik bimbingan dan
konseling pada satuan jenjang
pendidikan usia dini, dasar dan
menengah, serta tinggi.


3.3.2 Memilih pendektan bimbingan dan

Kompetensi
Utama
Standar Kompetensi Konselor
Standar Isi
Indikator Esensial
Kompetensi Inti
Kompetensi Konselor
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)





konseling pada satuan jenjang
pendidikan usia dm1, dasar dan
menengah, serta tinggi.
Kompetensi
Profesional
1. Menguasai konsep dan praksis asesmen
untuk memahami kondisi, kebutuhan,
dan masalah konseli
1.1 Menguasai hakikat asesmen


1.1.1 Menjelaskan hakikat asesmen


1.2 Memilih teknik asesmen, sesuai dengan


1.2.1 Merincikan fungsi asesmen


kebutuhan pelayanan bimbingan dan
konseling





1.3 Menyusun dan mengembangkan


1.3.1 Merumuskan instrumen asesmen


instrumen asesmen untuk keperluan


untuk keperluan bimbingan dan


bimbingan dan konseling


konseling sesuai dengan kaidah‑





kaidah pengukuran





1.3.2 Mengembangkan item                                    instrumen





asesmen untuk keperluan bimbingan
dan konseling





1.3.3     Menguji validitas dan reliabilitas item
instrumen asesmen untuk keperluan
bimbingan dan konseling


1.4 Mengadministra-sikan asesmen untuk


1.4.1 Membuat definisi masalah konseli


mengungkapkan masalah-masalah konseli.


berdasarkan hasil asesmen





1.4.2 Memetakan hasil asesmen untuk
mengungkapkan masalah-masalah
konseli


1.5 Memilih dan mengadministrasikan teknik


1.5.1 Memilih teknik asesmen


asesmen pengungkapan kemampuan


pengungkapan kemampuan dasar


dasar dan kecenderungan pribadi konseli.








1.5.2 Memilih instrumen asesmen
kecenderungan pribadi konseli.


1.6 Memilih dan mengadministrasikan


1.6.1 Memutuskan instrumen yang tepat


instrumen untuk mengungkapkan kondisi


untuk mengungkapkan kondisi aktual


aktual konseli berkaitan dengan


konseli berkaitan dengan Iingkungan


Iingkungan



Kompetensi
Utama
Standar Kompetensi Konselor
Standar Isi
Indikator Esensial
Kompetensi Inti
Kompetensi Konselor
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)





1.6.2 Menerapkan administrasi instrumen
untuk mengungkapkan kondisi aktual
konseli berkaitan dengan lingkungan
1.7 Mengakses data dokumentasi tentang
konseli dalam pelayanan bimbingan dan
konseling


1.7.1 Menganalisis manfaat mengakses
data dokumentasi tentang konseli
dalam pelayanan bimbingan dan
konseling
1.8 Menggunakan hash asesmen dalam
pelayanan bimbingan dan konseling
dengan tepat


1.8.1 Menganalisis manfaat hash asesmen
dalam pelayanan bimbingan dan
konseling dengan tepat
1.9 Menamphlkan tanggung jawab
profeshonal dalam prakthk asesmen


1.91     Memberi contoh etika asesmen
bimbingan dan konseling
2.      Menguasah kerangka teoretik dan
prakshs bimbingan dan konseling
2.1 Mengaplikasikan hakikat pelayanan
bimbingan dan konseling.


2.1.1 Menerapkan hakikat pelayanan
bimbingan dan konseling.

2.2 Mengaplikasikan arah profesh bimbingan
dan konseling.


2.2.1 Mengkrhthsh arah profesh bimbingan
dan konseling.
2.3 Mengaplikasikan dasar-dasar pelayanan
bimbingan dan konseling.


2.3.1 Menerapkan dasar-dasar pelayanan
bimbingan dan konseling.
2.4 Mengaplikasikan pelayanan bimbingan
dan konseling sesuah kondish dan tuntutan
whlayah kerja.


2.4.1 Menerapkan pelayanan bimbingan
dan konseling sesuah tempat di mana
guru bimbingan dan konseling
bekerja
5.1 Mengaplikasikan pendekatan /model/jenis
pelayanan dan kegiatan pendukung
bimbingan dan konseling.


2.5.1 Menerapkan pendekatan bimbingan
dan konseling.


2.5.2 Membuat model pelayanan
bimbingan dan konseling
2.5.3 Menganalisisjenis pelayanan
bimbingan dan konseling
2.6   Mengaplikasikan dalam praktik pelayanan
bimbingan dan konseling


2.6.1 Mernjelaskan prinsip-prinsip                                         praktik
bimbingan klasikal



2.6.2 Mernyelenggarakan                                         praktik
bimbingan klasikal



2.6.3. Menjelaskan prinsip-prinsip praktek
Kompetensi
Utama
Standar Kompetensi Konselor
Standar Isi
Indikator Esensial
Kompetensi Inti
Kompetensi Konselor
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)





bimbingan kelompok.





2.6.4. Menyelenggarakan praktek
bimbingan kelompok.
2.6.5 Menjelaskan prinsip-prinsip praktek
konseling kelompok.
2.6.6 Menyelengarakan praktek konseling
kelompok
2.6.7 Menjelaskan prinsip-prinsip praktek
konseling individual
2.6.8 Mengurutkan langkah-lankah
konseling individual
2.6.9 Menentukan respon yang tepat
sesuai dengan respon konseli pada
saat konseling
2.6.10 Menerapkan atending dengan tepat
2.6.11 Mencirikan responding dengan tepat
2.6.12 Menerapkan personalizing dengan
tepat
2.6.13 Menerapkan structuring dengan
tepat
2.6.14 Menerapkan clarification secara
tepat
2.6.15 Menerapkan confrontation dengan
tepat
2.6.16 Menganalisis perbedaan bimbingan
dan konseling kelompok.
2.6.17 Menganalisis permasalahan praktek
bimbingan kelompok
2.6.18 Menganalisis permasalahan praktek
konseling kelompok
2.6.19 Menganalisis permasalahan praktek
konseling individual
3.1 Menganalisis kebutuhan konseli


3.1.1 Menganalisis kebutuhan konseli
dalam bimbingan dan konseling

Kompetensi
Utama
Standar Kompetensi Konselor
Standar Isi
Indikator Esensial
Kompetensi Inti
Kompetensi Konselor
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)


3.2 Menyusun program bimbingan dan
konseling berdasar kebutuhan peserta
didik


3.2.1 Menentukan kebutuhan materi
pelayanan bimbingan dan konseling


3.2.2 Menentukan berbagal kegiatan
layanan dan pendukung bimbingan
dan konseling
3.3 Menyusun rencana pelaksanaan program
bimbingan dan konseling


3.3.1 Merancang rencana pelaksanaan
program bimbingan dan konseling
3.4 Merencanakan sarana dan biaya
penyelenggaraan program bimbingan dan
konseling


3.4.1 Merancang sarana dan biaya
penyelenggaraan program bimbingan
dan konseling
4.     Mengimplemen-tasikan program
Bimbingan dan Konseling
4.1 Melaksanakan program bimbingan dan
konseling.


4.1.1 Menerapkan program bimbingan dan
konseling.
4.2 Melaksanakan pendekatan kolaboratif
dalam pelayanan bimbingan dan
konseling.


4.2.1 Menerapkan pendekatan kolaboratif
dalam pelayanan bimbingan dan
konseling.
4.3 Memfasilitasi perkembangan akademik,
karier, personal, dan sosial konseli


4.3.1 Mengembangkan bidang akademis


4.3.2 Mengembangkan bidang karier


4.3.3 Mengebangkan bidang kehidupan
pribadi


4.3.4 Mengembangkan kehidupan sosial
4.4 Mengelola sarana dan biaya program
bimbingan dan konseling


4.4.1 Mengelola sarana bimbingan dan
konseling



4.4.1 Mengelola biaya pelaksanaan
program bimbingan dan konseling
5.     Menilal proses dan hasil kegiatan
Bimbingan dan Konseling.
5.1 Melakukan evaluasi hasil, proses, dan
program bimbingan dan konseling


5.1.1 Mengevaluasi hasil pelayanan
bimbingan dan konseling



5.1.2 Menganalisis evaluasi proses
pelayanan bimbingan dan konseling



5.1.3 Mengevaluasi program bimbingan
dan konseling
5.2 Melakukan penyesuaian proses pelayanan
bimbingan dan konseling.


5.2.1 Menyesuaikan proses pelayanan
bimbingan dan konseling dengan
hasil evaluasi
5.3 Menginformasi-kan hasil pelaksanaan


5.3.1 Mensosialisasikan hasil evaluasi
Kompetensi
Utama
Standar Kompetensi Konselor
Standar Isi
Indikator Esensial
Kompetensi Inti
Kompetensi Konselor
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)


evaluasi pelayanan bimbingan dan
konseling kepada pihak terkait


program bimbingan dan konseling


5.4 Menggunakan hash pelaksanaan evaluasi
untuk merevisi dan mengembangkan
program bimbingan dan konseling


5.4.1 Menggunakan hash evaluasi program
untuk mengembangkan dan merevisi
program bimbingan dan konseling
selanjutnya
6.     Memiliki kesadaran dan komitmen
terhadap etika profesional
6.1 Memahami dan mengelola kekuatan dan
keterbatasan pribadi dan profesional.


6.1.1 Menganalisis kekuatan dan
keterbatasan pribadi dan profesional.
6.2 Menyelenggara-kan pelayanan sesuai
dengan kewenangan dan kode etik
profesional konselor


6.2.1 Melaksanakan kode etik professional
konselor
6.3 Mempertahankan objektivitas dan
menjaga agar tidak larut dengan masalah
konseli.


6.3. lMenjaga objektivitas dalam
memberikan layanan bimbingan dan
konseling
6.4 Melaksanakan referal sesuai dengan
keperluan


6.4.1 Menerapkan referal dalam
memberikan layanan bimbingan dan
konseling
6.5 Peduli terhadap identitas profesional dan
pengembangan profesi


6.5.1 Mementingkan identitas profesional
dan pengembangan profesi
6.6 Mendahulukan kepentingan konseli
daripada kepentingan pribadi konselor


6.6.1 Membedakan kepentingan pribadi
dan kepentingan konseli secara
profesional
6.7 Menjaga kerahasiaan konseli


6.7.1 Menjaga kerahasiahan konseli dalam
pelayanan bimbingan dan konseling
7.     Menguasai konsep dan praksis
penelitian dalam bimbingan dan
konseling
7.1 Memahami berbagai jenis dan metode
penelitian


7.1.1 Menganalisis berbagai jenis dan
metode penelitian dalam BK
7.2 Mampu merancang penelitian bimbingan
dan konseling


7.2.1 Menyusun proposal penelitian dalam
bimbingan dan konseling
7.3 Melaksaanakan penelitian bimbingan dan
konseling


7.3.1 Mengurutkan langkah-langkah
pelaksanaan PTBK
7.4 Memanfaatkan hasil penelitian dalam
bimbingan dan konseling dengan
mengakses jurnal pendidikan dan
bimbingan dan konseling


7.4.1 Menguunakan hasil penelitian dalam
bentuk artikel, jurnal ilmiah, atau
bentuk karya tulis ilmiah lainnya.

Kompetensi
Utama
Standar Kompetensi Konselor
Standar Isi
Indikator Esensial
Kompetensi Inti
Kompetensi Konselor
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)





Jumlah